SANGGAR SENI
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sangar Seni
Bangka Belitung
Aktifitas
sanggar seni di Bangka Belitung mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
- Meningkatkan
efisiensi dan efektifitas dalam melakukan kegiatan-kegiatan seni budaya dan
memaksimalkan pertunjukan yang akan dipentaskan.
- Mengetahui
peralatan yang kurang dan semakin bisa mengumpulkan pemuda pemudi daerah untuk
bergabung dalam komunitas budaya yang dipimpinnya agar bisa menyalurkan minat
dan bakat mereka ke arah yang positif.
Sebagian besar generasi
muda Bangka Belitung sangat antusias mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan
sanggar-sanggar seni. Demikian juga para orang tua mereka, mengizinkan
anak-anak mereka berkreativitas di dalam sanggar seni. Masyarakat menyerahkan
pendidikan seni budaya tradisi maupun kreasi pada sanggar yang ada. Banyak
orang mendukung kreativitas maupun aktivitas
anaknya kepada seniman/seniwati yang berkecimpung dalam komunitas/sanggar seni.
Pendidikan seni budaya tradisional maupun kreativitas akan menumbuhkembangkan
bakat yang ada, karena sanggar seni berlandaskan pengembangan dan
mempertahankan seni budaya daerah. Latihan maupun pembelajaran karakter seni
budaya, tidak lebih dari 3 - 4 hari seminggu, dengan waktu sekitar 3 jam/hari,
tidak mengganggu jadwal sekolah maupun waktu belajar di rumah dan menjadikan
generasi muda tersebut bersosialisasi positif di lingkungan sanggar seni dan
publik.
Kegiatan seniman di dalam
sanggar seni yang ada sekarang ini sudah cukup baik, ada juga program pelibatan
orang tua dan masyarakat, masih belum rutin namun setiap para orang tua
mengantarkan anaknya latihan, disini terjadi komunikasi antara sanggar dengan
para orang tua. Dan masih memungkinkan dimaksimalkan dengan memasukkan program
pelibatan orang tua dan masyarakat secara riil.
Langkah awal yang bisa
dilakukan adalah menyamakan pola pikir atau pola pandang antara sanggar dengan
para orang tua, disertai komunikasi intensif antara keduanya, membicarakan
hasil latihan, persiapan yang akan dilakukan jika ada pertunjukan yang akan
diikuti.
Unsur-unsur ini ( seniman,
sanggar seni, orang tua dan masyarakat) secara bersama-sama memaksimalkan
kegiatan latihan, persiapan pementasan dan perizinan tempat latihan maupun
dukungan moral dalam ranah masing-masing masyarakat. Salah satu contohnya
adalah saling bercerita antara orang tua penari dengan masyarakat sekitarnya,
jika anaknya telah mendapat banyak pengalaman setelah mengikuti dan mempelajari
seni budaya di sanggar-sanggar seni. Hal tersebut merupakan bagian dari
informasi positif bagi masyarakat, karena dengan demikian, para orang tua dan
masyarakat mengetahui kalau seni budaya tradisi terus berkembang dan sedikit
banyak sanggar seni membantu para orang tua untuk menjaga dan membangkitkan
kreativitas anak-anak mereka untuk berprestasi.
Sanggar seni focus pada
pembelajaran, pelatihan yang memerlukan kebersamaan, kegiatan yang tidak dapat
dilakukan sendirian, mulai dari bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat,
melakukan kegiatan antar komunitas budaya, kelompok masyarakat, mempererat rasa
kebersamaan, memahami tradisi daerah melalui observasi ke desa-desa terpencil,
suku-suku atau tempat-tempat yang diinginkan. Di antara anggota sanggar,
pengurus dan para orang tua penari memiliki kesamaan visi, jangan sampai apa
yang diperoleh dari sanggar seni tidak sama dengan informasi yang diperoleh
oleh para orang tua. Disinilah pentingnya komunikasi efektif antara sanggar,
orang tua dan masyarakat.
Manusia dibentuk oleh lingkungannya
Sangat besar peran
masyarakat dalam tubuh sanggar seni. Generasi muda setiap saat mendapat pujian
dari orang tua atas kegiatannya, selalu mendapat perhatian di rumah dan di
sekolah, dan memperoleh pengajaran yang baik dari keluarganya tetapi bila
lingkungan masyarakat sekitar kurang mendukung atau bahkan tidak sesuai dengan
yang diperoleh di rumah, maka akan berpengaruh buruk pada perkembangan mereka.
Sanggar seni merupakan wadah yang positif agar generasi muda memperoleh tempat
untuk beraktivitas yang bisa membangun kreativitas dalam diri mereka. Untuk
itulah para orang tua dan masyarakat juga sangat peduli terhadap
sanggar-sanggar seni.
Ditujukan kepada siapa,
mengapa, dan bagaimana?
Karya seni, kreativitas dan juga karya tradisi yang
dikembangkan oleh sanggar-sanggar seni jelas di tujukan kepada masyarakat
lokal, masyarakat Indonesia dan masyarakat manca negara. Sangggar seni harus
peduli terhadap karya tradisi yang ada di daerah Bangka Belitung. Tradisi ini
harus terus ada, harus terus dipelajari oleh generasi muda, dan setiap sanggar
seni harus memiliki jiwa tulus, saling membantu, kerja bakti (gotong royong)
dan peduli pada pemuda-pemuda yang berasal dari masyarakat yang kurang mampu
untuk ikut dalam melestarikan seni budaya Bangka Belitung tanpa dipungut biaya,
bahkan jika mendapat bayaran atas pementasan, maka penari dan pemusik di bayar
menurut ketentuan besar uang yang didapat. Ini dilakukan agar menjadi contoh
yang baik dalam menumbuhkan kreativitas bersama dalam tubuh sanggar seni.
Tari tradisi Kedisi
Seni tari dan silat tradisi kedidi, merupakan seni tradisi
Bangka Belitung yang hampir dilupakan, hingga sekarang ini beberapa seniman
masih mempertahankan tari dan silat kedidi ini. Setelah bapak Kamarulzaman,
pewaris terakhir tari dan silat kedidi meninggal dunia, seniman tari seharusnya
mempelajari tiap detail gerak tari dan silat kedidi tersebut agar tidak menjadi
warisan budaya tak benda ini sia-sia.
Kini ada beberapa pemuda dan pemudi sudah menguasai tari
Kedidi, dari yang masih sekolah di SMP, SMA, Universitas, Guru, Honorer, PNS dan Swasta.
Dan bila di sekolah-sekolah mereka bisa mengajarkannya pada teman-teman mereka.
Masyarakat juga diharapkan bisa melihat dan merasakan makna dari tari kedidi,
agar dapat mengatakan, “masih ada seniman yang masih mempertahankan tari
tradisi Bangka Belitung.”
Disinilah salah satu cara sanggar seni memperlihatkan,
mempertahankan dan memberikan contoh kepada seniman-seniman lain dan generasi
muda agar sama-sama mempertahankan seni tradisi yang ada. Jangan sampai terjadi
kepunahan dan terjadi kesalahan terhadap bentuk dan gerak tari tradisi kedidi
itu sendiri. Seniman, masyarakat, sekolah-sekolah dan pemerintah daerah
sekarang tidak menutup mata lagi terhadap seni tari tradisi kedidi, sudah mulai
ditumbuhkan dan dipertahankan menjadi tari tradisi Bangka Belitung.
Alhamdulillah...
Tujuannya untuk perbaikan
ke depan!
Manajemen dalam tubuh sanggar seni harus terus
ditingkatkan. Sumber daya manusianya
harus terus dikembangkan, bertujuan untuk mempertahankan seni budaya,
pendayagunaan, pengembangan seni budaya kreatif agar dapat dikelola secara
efektif dan efisien. Selama ini dan di masa mendatang, yang telah dilakukan sanggar-sanggar
seni adalah mengatur sumber daya manusia untuk mencapai kesuksesan. Pengurus
dan anggota sanggar terus melakukan pertemuan disela-sela latihan rutin,
membahas masalah kemajuan sanggar, mencari generasi baru, mengolah kreatifitas,
mencari solusi dan bertukar pikiran sebagai perencanaan agar lebih matang,
dengan pelaksanaan yang konsisten, pengendalian yang berkelanjutan agar tujuan komunitas
budaya dapat tercapai dengan maksimal.
Sanggar seni di Bangka Belitung terus meningkatkan
sumber daya manusianya agar bisa memajukan seni budaya daerah dan lebih
meningkatkan kreativitas terhadap kesenian daerah Bangka Belitung khususnya dan
seni budaya Indonesia pada umumnya atau dengan menanamkan cara yang
bertanggungjawab secara strategis, etis dan sosial.
Tujuan meningkatkan sumber daya manusia tidak
hanya mencerminkan kehendak pengurus yang ada di sanggar seni, tetapi juga
harus menyeimbangkan tantangan di masa mendatang, fungsi-fungsi sumber daya
manusia dari anggota sanggar dan orang-orang berpengaruh di luar sanggar karena
apabila terjadi kegagalan dalam melakukan tugas, dapat merusak kinerja,
produktifitas dan laba. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang
menentukan efektifitas dan produktifitas sebuah sanggar seni. Kemajuan sanggar
seni tergambarkan dengan kondisi internal sanggar seni yang terlihat dari
komitmen terhadap tujuan sanggar, motivasi, moral dan keahlian dalam sanggar
seni, komunikasi dalam masyarakat, penyelesaian konflik, pengendalian
keputusan, dan pemecahan masalah.
Selama ini sumber daya manusia yang ada di sanggar
seni terus meningkat, efektifitas sanggar seni adalah dengan cara:
- Menyediakan
seniman yang terlatih dan bermotivasi tinggi.
- Mendayagunakan
remaja berbakat secara efisien dan efektif.
- Mengembangkan
kualitas kepengurusan dan anggota sanggar seni dengan membuka kesempatan bagi
generasi muda yang ada dalam masyarakat agar ikut serta melestarikan seni
budaya daerah.
- Menyediakan
kesempatan bagi generasi muda untuk berkreasi secara sehat dan aman, dan
memberikan perlindungan terhadap hak-hak karya yang diciptakan.
- Tidak
memungut biaya secara paksa dari generasi muda yang kurang mampu yang ikut
bergabung dalam sanggar seni. Baik itu iuran atau sumbangan apapun dari
generasi-generasi muda tersebut.
Dengan SDM yang berkualitas maka akan membuat
produktifitas sanggar seni diharapkan semakin membaik. Manajemen memberikan
arah kepada sanggar yang dikelola, memberikan visi/ misi/ strategi sanggar,
menetapkan sasaran-sasaran, dan mengorganisasikan sumber-sumber daya yang ada
untuk tujuan-tujuan yang telah digariskan oleh sanggar seni.
Selain memajukan dan melestarikan seni budaya
daerah, komunikasi antar pengurus dan anggota sanggar juga sebagai proses untuk
mencapai tujuan sanggar seni. Sebagai proses untuk mencapainya, diperlukan
perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, dan pengendalian yang
continue agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan maksimal.
Asset yang paling penting yang tetap dipertahankan
oleh sanggar seni dalam manajemen terkait dengan visi/misi/strategi sanggar seni
adalah tenaga terampil atau SDM pengurus dan anggota agar selalu terlibat dalam
aktivitas karya seni yang dianggap sebagai bagian dari pekerjaan, mengasah
kemampuan dan berupaya memotivasi untuk mencapai rencana dan strategi sanggar
seni. Kemampuan SDM bermuara pada kenyataan bahwa SDM merupakan elemen yang
senantiasa ada di dalam sanggar seni. Mereka inilah yang bekerja membuat
tujuan, mengadakan inovasi dan mencapai tujuan agar seni budaya daerah terus meningkat
seiring perkembangan zaman.
Terkait dengan strategi untuk meningkatkan
karya-karya seni yang bagus, sebuah sanggar seni akan berkembang dan maju
manakala memiliki suatu strategi yang bagus. Dimana strategi merupakan suatu
ide, gagasan setelah melakukan suatu perencanaan yaitu suatu proses untuk menentukan
rencana atau program kegiatan. Suatu perencanaan selalu berkaitan dengan
tujuan. Perencanaan pun tidak boleh dibuat secara tergesa-gesa, namun
memerlukan waktu yang cukup, disini fungsi manajemen yang berhubungan dengan
memilih tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, program-program
dan alternatif-alternatif yang ada. Berhubungan dengan hal diatas, suatu
strategi juga layak dijalankan guna menyeimbangkan suatu rencana itu ditetapkan
dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam perbaikan ke depan, sanggar seni
harus mengevaluasi kinerjanya, serta melakukan serangkaian perbaikan, agar
tetap tumbuh dan dapat berkembang. Perbaikan ini akan dilaksanakan secara terus
menerus, sehingga kinerja sanggar seni makin baik dan dapat terus
memperkenalkan dan mengembangkan seni tradisi dan budaya kreasi ketingkat
internasional atau minimal tetap dapat bertahan.
Saran
Dianjurkan
kepada komunitas-komunitas budaya yang ada di Bangka Belitung ini agar memiliki
tujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi karya-karya seni yang telah dibuat
dan yang akan dibuat, go public. Memaksimalkan nilai seni budaya
daerah dengan dicirikan oleh tradisi lokal agar dapat bertahan dan benar-benar
merupakan cermin kearifan lokal di masa sekarang maupun di masa mendatang.
Memastikan aset potensial yang tersimpan, menjaga nama baik daerah, benda-benda
yang ada bisa hilang bila tak dimanfaatkan. Kemampuan penelitian dan
pengembangan tradisi daerah yang merupakan potensi yang baik bagi penerus
bangsa. Kemudian dampak dari pemasaran, misalkan promosi yang gencar, yang
dapat memposisikan karya-karya seni dan mendapat tempat di benak para konsumen.
Memastikan bahwa pendanaan yang ada di komunitas budaya berdiri dengan sehat.
Struktur keuangan yang baik ikut memberi andil yang baik dalam maksimalisasi
nilai sebuah komunitas budaya. Memastikan pengurus dan anggota sanggar
mendukung segala strategi dalam maksimalisasi sebuah komunitas budaya.
Seniman,
Budayawan, Komunitas Budaya/Sanggar Seni dan para Generasi Muda Bangka Belitung
serta teman-teman semuanya,
Saya meyakini,
saat membaca tulisan ini teman-teman semua pasti memiliki pandangan yang
berbeda. Namun disini saya ingin agar kita meningkatkan karya seni kita guna
berkembangnya seni budaya daerah Bangka Belitung di masa mendatang.
Semoga Allah
SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya
kepada kita semua.
Sekian,
Wassalamualaikum
Warrahmatullahi Wa’barakatuh
Terima kasih. Salam Budaya...
M. Agus Yaman
(Koreografer/Ketua Sanggar Seni Rebang Emas/Mahasiswa STISIPOL P12 Bangka Belitung)