KEMANA ARAH SENI BUDAYA BANGKA
Awal kata pasti saya akan
mengungkapkan "betapa kaya seni budaya Indonesia". Apa yang ada dalam
benak anda? pasti muncul pertanyaan "kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik
agar meningkatkan pendapatan rakyat dan negara?", satu daerah memiliki
puluhan karya seni dengan budaya berbeda-beda, bahkan tiap 1 km antar
desa/kelurahan pun berbeda. seperti halnya daerah Kabupaten Bangka, tiap-tiap
dusun/desa memiliki perbedaan dalam bentuk bahasa maupun asesoris pada busana
pengantinnya. Nah dengan beragam seni budaya tersebut sudah pasti memiliki
nilai jual yang tinggi bukan?, namun disayangkan karena hingga saat ini
keberagaman tersebut seperti air mengalir tanpa bendungan yang mewadahi hasil
karya leluhur tersebut, berjalan tanpa ada yang menampung kemudian menjadi usaha
para pekerja seni, "mau dibawa kemana keberagaman ini?". cukup tau
atau cukup mengerti saja tanpa banyak yang bisa memanfaatkannya, yang saya tau
cukup banyak mahasiswa meneliti seni budaya tradisional untuk dijadikan tugas
akhirnya.
KRISIS
Sebagai generasi yang
berprofesi sebagai kreator seni tari tradisional, saya mengungkapkan
keprihatinan terhadap kelangsungan dari seni budaya tradisional Bangka Belitung
khususnya Kabupaten Bangka, dalam seni pertunjukan tari dan musik tradisional
seperti yang kita ketahui jarang adanya pementasan seni budaya di kabupaten
Bangka di tingkat umum, dan itu terjadi sejak 4 tahun terakhir, yang ada pun
terjadi 1 tahun sekali seperti FLS2N SD, SMP, SMA. Pementasan ini bersifat
lomba antar sekolah. Sedangkan senimannya seperti mati suri tanpa ada tindakan
yang kreatif untuk membuat pertunjukan-pertunjukan seni.
Pada akhirnya cara untuk
mencari tambahan nafkah pekerja seni, seniman, budayawan dan sanggar-sanggar
seni yang mendidik mengasuh anak-anak SD, SMP, SMA kemudian sebagian anak-anak
itu digunakan sekolah untuk lomba FLS2N, dari anak-anak inilah sekolah semakin
mengenal para pengajar sanggar dan banyak sekolah-sekolah menggunakan Penata
Tari, Penata Musik FLS2N dari sanggar-sanggar dengan bayaran yang saling menyesuaikan.
Ini menjadi rejeki bagi para seniman.
Sudah menjadi kenyataan
bayaran menata tari untuk anak-anak FLS2N lebih besar dibanding bayaran para
juri yang menilai anak-anak tersebut berlomba, tanggung jawab moril pun lebih
besar dibandingkan membuat karya untuk sekolah-sekolah, apalagi penata tari dan
penata musik dapat pekerjaan tersebut dari 3 atau 4 sekolah. Sedangkan tanggung
jawab juri harus rela dilecehkan oleh penata-penata tari yang berlomba, jika
hasilnya tidak memuaskan, akan dianggap memihak pada salah satu peserta baik
tuduhan karena teman atau karena sekolahnya. Kalau pun itu terjadi pastinya
pada beberapa orang juri saja, untuk itu kejelian panitia harus tinggi dalam
memilih para juri. Saya tau sebagian juri masih berpegang pada kejujuran menilai,
untuk itu perlunya perhatian pemerintah agar memperhatikan jumlah honor para
juri, karena mereka menilai generasi-generasi muda bangsa yang berlatih untuk mendapatkan
penghargaan dan juri pun jauh dari penilaian yang kurang baik.
Pementasan FLS2N pun hingga
saat ini belum ada, diselenggarakan digedung-gedung sewaan atau di panggung lapangan
terbuka yang kita sendiri tidak akan pernah tau cara meramal cuaca 100% tepat.
ACARA SENI SELAIN FLS2N
Manfaat Gedung Pertunjukan
pun menjadi sangat penting pada saat-saat ini, selain FLS2N, hanya sedikit seniman-seniman
di Kabupaten Bangka membuat acara-acara hiburan bersifat seni budaya seperti
festival, lomba, atau parade tari dalam 4 tahun terakhir. kalaupun ada hanya
mengisi acara menyambutan tamu undangan, acara perkawinan, acara hiburan dan
syuting untuk keperluan swasta. Itu pun jarang terjadi, akhirnya
sanggar-sanggar seni tidak dapat menyalurkan bakat mereka karena tidak adanya
acara seni pertunjukan budaya tingkat umum. Padahal seni ini menumbuhkan minat
generasi muda untuk melanjutkan kuliahnya di perguruan tinggi seni di luar
daerah seperti : IKJ, ISI dan UNJ. Seperti yang saya tau, selesai kuliah mereka
balik lagi ke Bangka dan meneruskan masa depannya dengan bekerja sebagai PNS
ataupun sebagai guru, dan cukup banyak yang bekerja sebagai pegawai dan guru
honorer. kemudian mengajar meningkatkan bakat seni anak-anak kecil di Kabupaten
Bangka. Lalu mengikuti FLS2N dan demikianlah setiap tahunnya. Dari perjalanan
penerus-penerus kreator tari ini masih belum ada tempat pementasan yang layak
di Kabupaten Bangka, padahal seniman dan generasi pecinta seni budaya demikian
banyaknya.
Jika kita berbenah dan
membuat acara-acara festival tersebut pasti dapat mendatangkan turis lokal
maupun turis manca negara, contoh mudahnya: Kabupaten Bangka membuat festival
seni tingkat nasional maupun international lalu mengundang tim kesenian dari
seluruh provinsi di Indonesia, atau mengundang tim kesenian dari luar negri,
pastinya mereka akan senang datang ke daerah yang ada di Indonesia. seperti
halnya kita pasti senang di undang orang luar negri walau sekedar pentas-pentas
biasa. Pastinya acara ini membutuhkan biaya yang besar namun dampaknya bisa
lebih dari cukup untuk memajukan seni budaya Bangka. Sebagai catatan : tidak
ada KKN dalam pembuatan acara ini.
MENDATANGKAN WISATAWAN
Sebagai tuan rumah
sewajibnya daerah Bangka mempersiapkan lahan pertunjukan, namun dilihat dari
sisi cuaca, iklim Bangka ini panas dan hujan, ada baiknya Pemerintah Kabupaten
Bangka membangun taman budaya atau gedung pertunjukan yang berkelas layaknya
Gedung Kesenian Jakarta. Ini untuk memberikan kenyamanan seniman pentas dan
menyenangkan bagi penonton. Jika acara ini rutin pasti mendatangkan keuntungan
bagi pekerja seni, penjual lapak, penjual asesoris daerah, seniman dan rakyat
banyak, lalu tidak perlu dipertanyakan lagi apa keuntungan bagi pemerintah
daerah.
Sanggar-sanggar seni
daerah di tiap malam minggu silih berganti untuk pentas di Gedung tersebut
untuk menarik minat masyarakat Bangka untuk menonton, acara seni budaya daerah
yang pastinya harus lebih berkreasi agar tidak membosankan, seperti orang tua
yang pastinya ingin menonton anaknya menari kemudian mengajak sanak saudara
untuk melihat bakat anaknya. Selain itu malam minggu bisa mendatangkan aura
positif di kalangan anak muda.
penulis: Agus Yaman
