Selasa, 30 Juli 2019

Harapan Seni Budaya Kabupaten Bangka




KEMANA ARAH SENI BUDAYA BANGKA


Awal kata pasti saya akan mengungkapkan "betapa kaya seni budaya Indonesia". Apa yang ada dalam benak anda? pasti muncul pertanyaan "kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik agar meningkatkan pendapatan rakyat dan negara?", satu daerah memiliki puluhan karya seni dengan budaya berbeda-beda, bahkan tiap 1 km antar desa/kelurahan pun berbeda. seperti halnya daerah Kabupaten Bangka, tiap-tiap dusun/desa memiliki perbedaan dalam bentuk bahasa maupun asesoris pada busana pengantinnya. Nah dengan beragam seni budaya tersebut sudah pasti memiliki nilai jual yang tinggi bukan?, namun disayangkan karena hingga saat ini keberagaman tersebut seperti air mengalir tanpa bendungan yang mewadahi hasil karya leluhur tersebut, berjalan tanpa ada yang menampung kemudian menjadi usaha para pekerja seni, "mau dibawa kemana keberagaman ini?". cukup tau atau cukup mengerti saja tanpa banyak yang bisa memanfaatkannya, yang saya tau cukup banyak mahasiswa meneliti seni budaya tradisional untuk dijadikan tugas akhirnya.


KRISIS

Sebagai generasi yang berprofesi sebagai kreator seni tari tradisional, saya mengungkapkan keprihatinan terhadap kelangsungan dari seni budaya tradisional Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka, dalam seni pertunjukan tari dan musik tradisional seperti yang kita ketahui jarang adanya pementasan seni budaya di kabupaten Bangka di tingkat umum, dan itu terjadi sejak 4 tahun terakhir, yang ada pun terjadi 1 tahun sekali seperti FLS2N SD, SMP, SMA. Pementasan ini bersifat lomba antar sekolah. Sedangkan senimannya seperti mati suri tanpa ada tindakan yang kreatif untuk membuat pertunjukan-pertunjukan seni.
Pada akhirnya cara untuk mencari tambahan nafkah pekerja seni, seniman, budayawan dan sanggar-sanggar seni yang mendidik mengasuh anak-anak SD, SMP, SMA kemudian sebagian anak-anak itu digunakan sekolah untuk lomba FLS2N, dari anak-anak inilah sekolah semakin mengenal para pengajar sanggar dan banyak sekolah-sekolah menggunakan Penata Tari, Penata Musik FLS2N dari sanggar-sanggar dengan bayaran yang saling menyesuaikan. Ini menjadi rejeki bagi para seniman.
Sudah menjadi kenyataan bayaran menata tari untuk anak-anak FLS2N lebih besar dibanding bayaran para juri yang menilai anak-anak tersebut berlomba, tanggung jawab moril pun lebih besar dibandingkan membuat karya untuk sekolah-sekolah, apalagi penata tari dan penata musik dapat pekerjaan tersebut dari 3 atau 4 sekolah. Sedangkan tanggung jawab juri harus rela dilecehkan oleh penata-penata tari yang berlomba, jika hasilnya tidak memuaskan, akan dianggap memihak pada salah satu peserta baik tuduhan karena teman atau karena sekolahnya. Kalau pun itu terjadi pastinya pada beberapa orang juri saja, untuk itu kejelian panitia harus tinggi dalam memilih para juri. Saya tau sebagian juri masih berpegang pada kejujuran menilai, untuk itu perlunya perhatian pemerintah agar memperhatikan jumlah honor para juri, karena mereka menilai generasi-generasi muda bangsa yang berlatih untuk mendapatkan penghargaan dan juri pun jauh dari penilaian yang kurang baik.
Pementasan FLS2N pun hingga saat ini belum ada, diselenggarakan digedung-gedung sewaan atau di panggung lapangan terbuka yang kita sendiri tidak akan pernah tau cara meramal cuaca 100% tepat.


ACARA SENI SELAIN FLS2N

Manfaat Gedung Pertunjukan pun menjadi sangat penting pada saat-saat ini, selain FLS2N, hanya sedikit seniman-seniman di Kabupaten Bangka membuat acara-acara hiburan bersifat seni budaya seperti festival, lomba, atau parade tari dalam 4 tahun terakhir. kalaupun ada hanya mengisi acara menyambutan tamu undangan, acara perkawinan, acara hiburan dan syuting untuk keperluan swasta. Itu pun jarang terjadi, akhirnya sanggar-sanggar seni tidak dapat menyalurkan bakat mereka karena tidak adanya acara seni pertunjukan budaya tingkat umum. Padahal seni ini menumbuhkan minat generasi muda untuk melanjutkan kuliahnya di perguruan tinggi seni di luar daerah seperti : IKJ, ISI dan UNJ. Seperti yang saya tau, selesai kuliah mereka balik lagi ke Bangka dan meneruskan masa depannya dengan bekerja sebagai PNS ataupun sebagai guru, dan cukup banyak yang bekerja sebagai pegawai dan guru honorer. kemudian mengajar meningkatkan bakat seni anak-anak kecil di Kabupaten Bangka. Lalu mengikuti FLS2N dan demikianlah setiap tahunnya. Dari perjalanan penerus-penerus kreator tari ini masih belum ada tempat pementasan yang layak di Kabupaten Bangka, padahal seniman dan generasi pecinta seni budaya demikian banyaknya.
Jika kita berbenah dan membuat acara-acara festival tersebut pasti dapat mendatangkan turis lokal maupun turis manca negara, contoh mudahnya: Kabupaten Bangka membuat festival seni tingkat nasional maupun international lalu mengundang tim kesenian dari seluruh provinsi di Indonesia, atau mengundang tim kesenian dari luar negri, pastinya mereka akan senang datang ke daerah yang ada di Indonesia. seperti halnya kita pasti senang di undang orang luar negri walau sekedar pentas-pentas biasa. Pastinya acara ini membutuhkan biaya yang besar namun dampaknya bisa lebih dari cukup untuk memajukan seni budaya Bangka. Sebagai catatan : tidak ada KKN dalam pembuatan acara ini.



MENDATANGKAN WISATAWAN

Sebagai tuan rumah sewajibnya daerah Bangka mempersiapkan lahan pertunjukan, namun dilihat dari sisi cuaca, iklim Bangka ini panas dan hujan, ada baiknya Pemerintah Kabupaten Bangka membangun taman budaya atau gedung pertunjukan yang berkelas layaknya Gedung Kesenian Jakarta. Ini untuk memberikan kenyamanan seniman pentas dan menyenangkan bagi penonton. Jika acara ini rutin pasti mendatangkan keuntungan bagi pekerja seni, penjual lapak, penjual asesoris daerah, seniman dan rakyat banyak, lalu tidak perlu dipertanyakan lagi apa keuntungan bagi pemerintah daerah.
Sanggar-sanggar seni daerah di tiap malam minggu silih berganti untuk pentas di Gedung tersebut untuk menarik minat masyarakat Bangka untuk menonton, acara seni budaya daerah yang pastinya harus lebih berkreasi agar tidak membosankan, seperti orang tua yang pastinya ingin menonton anaknya menari kemudian mengajak sanak saudara untuk melihat bakat anaknya. Selain itu malam minggu bisa mendatangkan aura positif di kalangan anak muda.

penulis: Agus Yaman